Dunia Fiber Optik

Tak kenal maka tak sayang

Paribahasa yang tepat untuk tulisan kali ini. Tulisan kali ini akan membahas tentang alat-alat yang terlibat dalam dunia FO. Singkatnya, apa aja sih yang selalu kita jumpai kalau berhubungan dengan kabel optik ????

1. Kabel Fiber Optik
Berbicara tentang kabel, di tulisan sebelumnya pernah saya sebutkan ada 2 kategori, yaitu single mode dan multimode (iya nggak sih?). Nah kedua kategori itu dibagi lagi jadi 2, yakni kabel indoor (patchcord) dan outdoor (kabel tanam langsung, kabel udara).
nih gambarnya :

fo_

2. Joint Closure
Dari namanya bisa ditebak itu adalah box tempat core FO disambung/di-splice. Jadi penyambungan kabel FO tidak bisa di-pluntir seperti kabel tembaga. wakakaka WTF!!
nih gambarnya:
oimg_GC03045446_CA03045449

3. Fusion Splicer
Ini bukan jurus fusion-nya Son Go Ku lo….😛 Ini adalah nama alat sambung khusus untuk penyambungan kabel optik. Inti penyambungan dilakukan dengan cara FUSION (peleburan).
Jadi tuh kabel ditembak laser, dan inti core melebur jadi bubur, eh jadi satu…. Begitu singkat ceritanya.
nih gambarnya :
r12kit

4. OTDR
Kepanjangan jadi Optical Time Domain Reflectometer. Fungsi alat ini untuk mengukur jarak dan total Losses (redaman) dari kabel FO. Jadi kita nggak perlu ngukur pake meteran bro… wakakkaka tapi kalo mau sih silahkan. Tujuan penggunaan alat ini di dunia FO yaitu untuk mengetahui jarak kabel yang putus, misal dikrokoti tikus (WTF with this mouse). Trus kualitas transmisi dari penggelaran kabel FO. Bisa saja ada bending (tekukan/tekanan) yang menyebabkan losses bertambah, dan sudah pasti kualitas berkurang.
nih gambarnya :
ANDO_AQ7260

5. Laser Source and Power Meter
Perangkat ini berpasangan, pacaran ta? Bukan coy, tapi berpasangan penggunaannya. Laser Source berfungsi membangkitkan sinyal laser (ex: 1550nM, 1310 nM) dan diterima oleh Power meter di sisi lawannya. Power meter akan mendapatkan nilai losses (redaman) total dari kabel yang diukur dalam satuan dB.
nih gambarnya :
QVTIMG20050917112709069

Okey eperibadi, pembahasannya sampai di sini dulu ya. Nanti dilanjut, lagi puasa soalnya nih….😛 Semoga bermanfaat.

23 Tanggapan to “Dunia Fiber Optik”

  1. sekalian den, tolong jelasin tentang tipe2 konektor patchcord . . . hehehe

  2. aku kasih comen ya…..ehm………………ehm…………ehm…………
    Waduh mati gaya

  3. nambahin brur,

    roller meter (gelindingan yg buat ngukur jarak ntu apa sih namanya?);
    cangkul;
    linggis;
    terpal/tenda;
    tali-temali -> kaya’ pramuka aje ^_^
    DC/AC Converter plus lampu² ‘n extender;
    pemantik/korek api;
    jangan lupa doa orang tua dan orang terkasih sebelom berangkat supaya cepet ketemu titik putusnya hehehehe…..

  4. ubaidillah Says:

    mmm…sip sip mas..😀

  5. mau nanya..kecepatan data fiber optik kan lebih cepat dari kabel lain, berapa kecepatan nya,,,

    • Haloo Che,

      Kalo ngomong masalah kecepatan dan bandwidth, itu semua tergantung perangkat yang terhubung ke Optik ini. Sebagai contoh, kalo yang nancep adalah card Gigabit Eth (1Gbps) ya kecepatannya max nya adalah 1 Gigabit data / detik. Dan kalau sebatas Fast Eth (100Mbps) kecepatan max nya 100Mb / detik. Sedangkan kalu di telekomunikasi bisa diaplikasikan ke perankat transmisi, mulai dai STM-1 (155 Mb), STM-4 (644 Mb) , STM-16 (2,5 Gb), STM-64 (10 Gb) dst….

      Mungkin itu yang saya tahu….. CMIWW😀

  6. ouw..gtto ea..
    mkci ..ea..

  7. sekarang udah ga’ berpuasa kan mas? dilanjutin dong Artikelnya.hehe🙂

  8. klo SFP long haul sama short haul itu apa?
    bedanya dmn?

  9. klu sdh tu setting nya gmna?
    aq masih bngung neh…..
    tolong ya

  10. klu sdh tu di setting lg pa langsung di pasang dan di setting di router

    • Halo mas Amril,

      Pertanyaan Mas Amril tentang settingan SDH untuk koneksi antar router ya?

      Jadi gini mas, untuk routernya sendiri menggunakan Bandwidth berapa besar ? Karena di perangkat SDH, untuk interface bandwidth terkecil yaitu 2 Mb (E1) dan ini konektornya menggunakan elektrikal (kabel E1/2Mb). Dan itupun dapat di setting menurut kebutuhan si Router.
      Katakan kebutuhan B/W 256 Kb, jadi hanya diaktifkan 4 channel saja.
      Dan yang pasti kalau konektor/interface di routernya (fasteth 10/100) menggunakan RJ-45 (eth), maka dibutuhkan sepasang converter E1-eth (10/100) untuk konversi sebelum masuk ke perangkat SDH.

      Router A — eth To E1 converter — SDH equipment (electric 2Mb) — E1 To eth converter– Router B

      Namun bila di router sudah support SFP (modul optik) maka bisa diintegrasikan langsung ke perangkat optik SDH. karena saat ini sudah banyak perangkat SDH yang support IP (IP over SDH).

      Router A (with SFP) — SDH equipment (optic) — Router A (with SFP)

      Mungkin itu yang saya tahu mas Amril… CMIIW

  11. bambang Says:

    Halow Den,..gara-gara googling ngalor ngidul belajar FO kebetulan ketemu dikau..he..he..he..tk’s bro sharing knowledgenya.
    ini sangat bermanfaat untukku.
    salam,bmw BYU.

  12. Akbari Panzer Says:

    Mas,, punya materi tenteng konfigurasi atau interkoneksi E1 gak yah? Saya mau dong klo ada..
    Kontak di:
    akbari_panzer@yahoo.co.id

  13. hello mas, salam kenal! Q mw koment, penjelasan mas mengenai alat2 FO sangat jelas n gOod. karena sya jga menggeluti di bidang FO untuk TV Cable N Internet.
    semoga ada tambahan masukan lagi yang lebih mendalam soa fiber optik.

    trimz….!

  14. harga seperangkat alat sambung kabel fo berapa boss

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: